Warisan negeriku yang ikut hilang

Tak akan pernah cukup tinta di lautan, Untuk menerangkan isi pualam. Habis kayu menggoreskan ribuan kata- kata dari pujangga. Tak akan mampu engkau menyelami dalamnya hati, karena semua telah ditetapkan sebagai kiasan. Mereka pujangga yang telah tiada, mewariskan ribuan sastra. Untaian- untaian makna, merangkai ratusan kata- kata mutiara. Dan meninggalkan berbagai karya, namun sayang, tidak banyak hari ini yang memahami betapa berharganya warisan yang mereka berikan. Kini warisan itu mulai hilang satu persatu ditelan zaman. Dibiarkan oleh anak cucu negeri ini. Terbuang..... Terbengkalai..... Tergeletak..... Dipinggir jalan menghiba rasa..... Jikalau bisa ingin aku meminta, kan kukirim sepucuk surat kepada mereka. Aku anak pewaris negeri ini, meminta dimana mutiara sastra itu kau simpan. Karena hanya tersisa beberapa koruptor di negeri ini, yang tak memiliki hati nurani. Notes: Teruntuk sastrawan negeriku, yang karyanya ikut mati bersama jasadnya. Kami tak lagi memiliki warisanmu, ...